AKHIRNYA SETELAH SUSAH PAYAH MENDAKI BUKIT KAMI SAMPAI JUGA DI ATAS DI MANA TERDAPAT MAKAM ULAMA PENYEBAR ISLAM DI BARUS, SAYANGNYA JALAN MENUJU SITUS INI BELUM MULUS DAN MELEWATI SAMPING BELAKANG RUMAH PENDUDUK. MUDAH MUDAHAN INI TERMASUK CAGAR BUDAYA YANG DILINDUNGI NEGARA SEHUNGGA AKAN LEBIH TERAWA. SEMOGA.....
Kamis, 07 Januari 2016
Selasa, 05 Januari 2016
SENSASI HAB KEMENAG KE 70
HAB Kemenag ke 70 baru saja diperingati hari minggu kemarin secara serentak diperingati di seluruh Indonesia 70 tahun Kemenag merupakan usia yang cukup matang dan cukup diperhitungkan makin baik idialnya, posisinya semakin dibutuhkan di negeri ini, karenanya dalam peringatan ke 70 ini sudah selayaknya peringatan ini dilaksanakan dengan acara yang cukup menyenangkan hati seluruh masyarakat indonesia dan bisa menenteramkan hati. Namun pada kenyataannya peringatan HAB kali ini ada hal yang memiriskan hati terutama masyarakat muslim negeri ini ketika muncul di sosmed dalam acara penampilan (hiburan) dimana kelihatan orang menari di atas sajadah yang nota bene sajadah adalah lambang suci umat Islam karena sajadah merupakan alas solat orang muslim. Perasaan miris karena ini terjadi di Kementerian Agama sendiri yang pasti ini diketahui oleh aparat kemenag sendiri, pertanyaannya kenapa ini dibiarkan?, bukankah disitu ada para pejabat kemenag? mungkin juga yang menari itu orang kemenag. Memang pamor Islam takkan runtuh kalaupun sajadahnya dikotori orang non muslim sekalipun tetapi perasaan sebagai muslim akan sakit bila simbol simbol agamanya dilecehkan, sajadah kan hanya alas untuk sholat, bukan untuk menari atau untuk alas seni yang lainnya apa lagi dilaksanakan dilapangan terbuka (diatas tanah) yang tidak pantas untuk meletakkan sajadah seperti yang dilakukan di halaman Kanwil Kemenag DKI kemarin. Pertanyaan kedua apakah yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan ini tidak diberi sanksi, kelakuan yang seperti ini bukan yang pertama kali terjadi tapi sebelumnya ada mengaji (membaca ayat suci Alquran) dengan logat jawa (menambahi qiro'ah sab'ah) ini juga sebenarnya mengganggu perasaan umat Islam, kiranya inilah yang terakhir peristiwa yang memiriskan hati yang terjadi dikementerian ini. Kemenag perlu menyadari bahwa kementerian ini sebenarnya adalah garam dalam kehidupan umat beragama di negeri ini sehingga perlu dijaga oleh seluruh aparat Kemenagdan jangan coba coba membuat latah dengan tindakan tindakan nyeleneh murahan apalagi tindakan yang bisa dianggap sebagai pelecehan. Para pemegang kekuasaan perlu menerapkan sanksi tegas bagi pelanggarnya "tidak cukup dengan minta maaf" atau maaf boleh tapi sanksi perlu diberikan dan tidak sebatas peringatan semata.
70 tahun Kemenag idialnya semakin mantap semakin diagungkan semakin dipercaya semakin diharapkan perannya dalam mengatur kehidupan umat beragama apalagi ditengah kemajuan IPTEK yang semakin tak terbendung yang cenderung bisa disalah gunakan terutama oleh pihak pihak yang tak bertanggung jawab. Sebagai aparat Kemenag mari kita kawal Kementerian ini agar tetap pada koridornya. Semoga.
Sabtu, 02 Januari 2016
HAROM HILANG DI TENGAH BANGUNAN MENJULANG
Bangunan menjulang tinggi hotel berbintang menghalangi pandangan untuk bisa melihat masjidil harom kebanggan umat Islam sedunia secara langsung.
TOLERANSI BERAGAMA YANG KEBABLASAN
Baru baru ini di perayaan natel tahun 2015 kemarin sesuatu yg tak lazim dilakukan oleh sekelompok orang (muslim?) Ketika bersama orang yg akan melakukan prosesi natalan dimana sebelum acara dimulai terlebih dulu dikumandangkan.fenomena kehidupan sosial yg dekian adalah sesuatu yg mejimbulkan tandatanya sebab islam mengajarkan toleransi tidak demikian. Kejadian ini merupakan toleransi yg kebablasan ini ibarat mencampur minyak dengan air.dan bukan itu saja kejadian ini membuktikan bahwa betapa tipisnya pemahaman kita tentang arti toleransi yg sesungguhnya.meri kita lebih dalami ajaran agama kita yg mulia ini.
TOLERANSI BERAGAMA YANG KEBABLASAN
Baru baru ini di perayaan natel tahun 2015 kemarin sesuatu yg tak lazim dilakukan oleh sekelompok orang (muslim?) Ketika bersama orang yg akan melakukan prosesi natalan dimana sebelum acara dimulai terlebih dulu dikumandangkan.fenomena kehidupan sosial yg dekian adalah sesuatu yg mejimbulkan tandatanya sebab islam mengajarkan toleransi tidak demikian. Kejadian ini merupakan toleransi yg kebablasan ini ibarat mencampur minyak dengan air.dan bukan itu saja kejadian ini membuktikan bahwa betapa tipisnya pemahaman kita tentang arti toleransi yg sesungguhnya.meri kita lebih dalami ajaran agama kita yg mulia ini.
Rakor BOS
Mengikuti Rakor BOS Se Provinmsi Sumut bersama sama dengan rekan rekan yang sudah banyak makan asam garam tentang runyamnya urusan BOS madrasah tak seperti di Kemendiknas yang nampalnya BOS mereka lancar lancar aja. Orang orang madrasah sangat mematuhi regulasi yang ada atau memang tidak siap untuk menjalankan amanah yang diemban? mudah mudahan pengelolaan BOS di madrasah bisa memajukan dan mewujudkan madrasah yang lebih baik seperti yang dicita citakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
