Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2016

Perlu untuk di cermati oleh para Dhuyufurrohman

  • Saudaraku !? yang berkesempatan  menjadi tamu Alloh di tanah suci musim haji tahun ini 1437 H perlu anda cermati beberapa hal berikut ini berkaitan dengan etika dan adab kita selama di tanah suci dan ataupun memahami etika dan budaya orang orang di tanah suci baik itu orang arab orang asing lainnya dan juga orang indonesia yang bermukim di sana. Hal ini perlu dipahami dan dicermati demi kenyamanan,keamanan dan ketenangan dalam pelaksanaan ibadah.

Bagi para dhuyufurrohman pertama perlu dipahami bahwa situasi di sana tidak sama dengan situasi di Indonesia ditempat tinggal kita masing masing semua serba berbeda baik itu suasana sosial, cuaca, transportasi, kuliner sikap manusianya atau orang orang yang banyak di sana, karena itu bagi para dhuyufur rohman diperlukan penyesuaian dengan situasi dan suasana di sana dan tidak bertindak dan  berpikir seperti di negeri ini.
Ke dua bagi para dhuyufurrohman perlu menjaga akhlakul karimah adab dan etika, dalam beribadah, berprilaku, dalam pergaulan dengan banyak orang di sana demikian juga dalam hal berbusana, belanja di pasar, atau juga dalam hal menaiki kenderaan angkutan umum. Sehingga dengan demikian diharapkan bisa terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan yang bisa merugikan diri sendiri.
Ketiga para dhuyufurrohman perlu memahami dan mengetahui ada sepuluh perilaku orang arab yang seringkali kita temui selama di tanah suci yaitu :
  • Biasa bersuara keras walau bukan sedang marah
  • Memanggil atau memaki orang dengan seenaknya
  • Acuh terhadap pendatang termasuk orang dari indonesia
  • Tidak marah dipegang kepalanya
  • Sering memberi salam/menerima salam bila bertemu atau berpapasan
  • Suka memberi atau menerima dengan tangan kiri
  • Berpelukan bila telah akrab atau sering bertemu
  • Berpakaian putih bagi laki laki dan hitam bagi perempuan dan plus cadar
  • Bila di masjid tidak peduli dan seringkali melangkahi kepala orang
  • Jika terjadi pertengkaran dengan mereka maka ucapkanlah shollu alan nabi berkali kali insyaalloh bisa selesai dan aman. Mudah mudahan ini bisa berguna bagi saudaraku nanti di sana dan semoga semuanya memperoleh haji mabrur.

Kamis, 16 Juni 2016

Paruh yang ke dua bulan ramadhan

Saudaraku ? tanpa terasa hari ini kita telah memasuki hari yang ke sebelas dari bulan romadhon yang berarti periode rahmah sepuluh yang pertama telah kita lewati, harapan kita puasa yang telah kita lakukan tersebut diterima Alloh sebagai amal ibadah yang kelak mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Saudaraku ?kesempatan kita untuk memperoleh gelar "tattaquun" dari Alloh tiggal dua puluh hari lagi, sungguh? kesempatan di kompetisi terbuka ini tak ada batas, tak ada diskriminasi semua orang mukmin berkesempatan mendapatkan gelar tattaquun melalui kesempatan romadhon ini. Karenanya mari kita tingkatan amal ibadah dan amal sholeh kita dan jangan kita sia siakan kesempatan ini.
Saudaraku ?
Suatu hal yang perlu diingat untuk mendapatkan gelar tersebut bukanlah semudah menyebutkannya, sebab rasul mengatakan "berapa banyak orang yang berpuasa tidak memperoleh apapun dari puasanya kecuali lapar dan haus saja". Dan perlu diingat dalam puasa bukan hanya menahan tidak makan da tidak minum sejak terbit fajar hingga terbenam mata hari akan tetapi juga menahan hal hal yang bisa membatalkan fahala puasa. Menjaga dari tidak makan dan tidak minum mungkin tidak terlalu sulit namun menjaga hal hal yang membatalkan pahala puasa adalah hal sangat sulit. Puasa yang bisa menghantarkan pelakunya untuk menjadi taqwa adalah puasa sebagaimana yang dikatakan oleh Rasul " siapa yang puasa dan mengetahui aturan aturannya, diampuni dosanya seperti pertama kali dilahirkan ibunya".
aturan yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa. Bila ini tidak dipahami maka puasa yang dilakukan hanyalah formalitas. Ada tiga type orang yang berpuasa sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al Ghazali yaitu ; puasa awwam, puasa khowwas dan puasa khwatul khowwas. Puasa awwam adalah puasa yang dilakukan oleh pelakunya hanya tidak makan dan tidak minum saja sementara kelakuannya tidak berobah segala kebiasaan buruknya tetap dilakukan, ucapan, tingkah laku, penglihatan dan perbuatan tidak berobah dan tetap seperti biasa puasa awwam bisa terwujud seperti peri laku  ular tidur sepenjang hari, emosional marah marah seperti harimau, suka merepet seperti brung murai, suka berendam seperti buaya hahaha ini sekedar perbandingan.
Pada tingkatan puasa khowwas sedikit ada perubahan puasa dilakukan tidak sekedar menahan lapar dan haus saja sudah mulai ada kemajuan dalam beribadah, akan tetapi belum kaffah. puasa pada tingkatan khowwasul khowas adalah merupakan tingkatan tertinggi dan sempurna dalam pelaksanaan ibadah puasa sehingga inilah puasa seorang hamba yang diharapkan oleh rasulullah Saw. Dan inilah tingkatan puasa yang diidamkan dan yang kita usahakan dan semoga kita bisa...............................................!
samapi edisi berikutnya.

  

Jumat, 29 Januari 2016

Gemar Bersedekah

Allah Swt menganjurkan kepada kita agar gemar bersedekah sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama khususnya saudara saudara kita yang kurang mampu, selain itu sedekah juga merupakan pembersih dari harta yang kita miliki, sebab dalam Islam dijelaskan bahwa dalam harta kita ada bahagian orang lain dan bahagian itu disebut dengan zakat, infaq atau sedekah. Sedekah sebagai pemberian ikhlas (bukan karena sesuatu) lillahi ta'aala sementara zakat merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan karena memiliki harta cukup nisab dan haulnya sementara infaq merupakan sumbangan ikhlas ketiga model ini merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan dalam islam akan tetapi zakat lebih merupakan kewajiban dan tidak boleh tidak mesti dikeluarkan bila telah sampai haul dan nisabnya.
Bagi kita yang memiliki kelebihan rezeki akan tetapi tidak sampai nisab dan haulnya untuk berZakat maka mari kita giatkan bersedekah, berinfaq sebab yang ini tidak memerlukan haul dan nisab yang diperlukan adalah keikhlasan dari pemberi infaq atau sedekah dan yakinlah bila bersedekah Alloh pasti mengganti sedekah yang kita berikan itu tanpa kita duga duga dan yang pasti orang yang gemar bersedekah tidak akan perbah melarat dan tambah miskin.
Berasedekahlah sesuai dengan kemampuan dan keikhlasanmu dan tanpa sebab ini itu niscaya barokah Alloh swt akan kita dapatkan. Mari kita jadikan berSedekah jadi suatu hobby dan kegemaran baru.

Senin, 28 Desember 2015

SEDEKAH JANGAN ATAS NAMA

DALAM ISLAM BERSEDEKAH MEMANG SANGAT DIANJURKAN BAHKAN MENJADI KEWAJIBAN BAGI YANG MAMPU UNTUK MENYISIHKAN SEBAHAGIAN REJEKINYA KEPADA ORANG YANG KURANG MAMPU MEMBERI BAIK DALAM BENTUK ZAAKAT ATAU INFAQ DAN SEDEKAH.SAAT INI BANYAK KITA SAKSIKAN ORANG BERSEDEKAH MEMBANTU YANG KURANG MAMPU DAN FAKIR MISKIN, MEMBANTU DENGAN MENYISIHKAN SEBAGIAN REZEKI YANG IA MILIKI SUATU YANG MENGGEMBIRAKAN HATI KETIKA MELIHAT BETAPA BANYAK ORANG YANG MAU BERSEDEKAH DAN MEMBERIKAN SEBAHAGIAN REZEKINYA, MUDAH MUDAHAN KALAU INI TERUS BERLANJUT PENGENTASAN KEMISKINAN BISA JADI KENYATAAN BERSEDEKAH DIBUTUHKAN KEIKHLASAN DARI YANG MEMBERI, DAN YANG MEMBERI BETUL BETUL DARI MILIKNYA SENDIRI BUKAN MILIK ORANG LAIN YANG DISEDEKAHKAN ATAS NAMA KITA, IBARAT KATLEMBU PUNYA SUSU TAPI SAPI PUNYA NAMA KINI BANYAK JUGA YANG SEPERTI ITU MENGANJURKAN ORANG LAIN BERSEDEKAH, MENGUMPULKAN BAHAN BAHAN YANG AKAN DISEDEKAHKAN TAPI PENGANJUR SEDEKAH TIDAK BERSEDEKAH JADI PENGANJUR HANYA SEDEKAH ATAS NAMA,  ATAS NAMA PRIBADI TAPI DARI MILIK ORANG LAIN. SEMOGA KITA TIDAK DEMIKIAN.

Jumat, 18 Desember 2015

Ketika Perasaan Malu di buat Dibelakang

MALU BAHAGAIAN DARIPADA IMAN
Dalam ajaran agama Islam Rasul yang mulia telah mengajarkan 14 abad yang silam bahwa betapa pentingnya rasa malu dimiliki oleh setiap orang bahkan rasul menegaskan bahwa malu adalah merupakan bahagian daripada iman. Perubahan jaman, perkembangan ilmu dan tehnologi yang demikian cepat seperti yang kita saksikan saat ini, macamnya menggusur rasa malu tersebut dari diri pribadi banyak orang. Mungkin sudah ada defenisi rasa malu yang ditemukan saat ini, sehingga memposisikan defenisi rasa malu yang dulu itu dibelakang, dan pantaslah kini banyak orang melakukan perbuatan yang dulu tidak terpuji kini biasa biasa saja malah tidak dianggap menjadi sesuatu yang tabu ,pamali dan sebagainya tetapi dianggap sebagai suatu prestise atau prestasi.
Setiap hari diberbagai media muncul berita tentang kejahatan, baik itu kejahatan yang dilakukan oleh kelas emperan, sampai kelas hoitel berbintang dari penjahat sampai pejabat, dari yang beradat sampai yang biadab.Pertanyaannya kenapa ini terjadi??? mungkin jawaban sementara bisa diberikan karena kini rasa malu sudah mulai hilang, hilang dari hati dan perasaan mudah mudahan dengan banyak peristiwa ini bisa menyadarkan kita semua betapa perlunya ada rasa malu didalam diri kita.

Senin, 16 November 2015

Kenangan Musim Haji 1435 H di Nabawi bersama Jamaah KBIH Al Adliyah Medan

Kenangan berhaji
Berhaji bersama jutaan umat muslim seluruh dunia sebahagian diantaranya adalah jamaah KBIH Al Aldliyah Medan setelah shubuh sejenak para jamaah mendengarkan arahan dan bimbingan dari TPIHI Impun Siregar dan kebetulan pada waktu itu saya sebagai TPHI yang tergabung dalamKloter 6 Medan, ada bunga rampai perasaan ketika menjadi haji yang menyertai jamaah semoga segalanya ada ridlo dari Alloh Swt.

Rabu, 04 November 2015

KETIKA RASA MALU MULAI SUDAH PADA TITIK NADIR

AL HAYAU MINAL IMAN YANG BILA DIINDONESIAKAN KIRA KIRA ARTINYA ADALAH BAHWA RASA MALU ITU ADALAH BAHAGIAN DARIPADA IMAN LANTAS BILA TIDAK MEMILIKI RASA MALU MAKA MUNGKIN BISA DIKATEGORIKAN TIDAK BERIMAN. BEGITU RASUL KITA YANG MULIA MUHAMMAD SAW MENGAJARKAN KEPADA UMMATNYA AGAR MENJAGA KEHORMATAN DENGAN RASA MALU.
KINI SAMA KITA SAKSIKAN, KITA DENGAR DIBERBAGAI MEDIA, BAHKAN KITA MUNGKIN BISA SAKSIKAN DISEKITAR KITA BETAPA BANYAK ORANG ORANG YANG SUDAH MULAI HILANG RASA MALUNYA.
SEHINGGA TERJADI SEMACAM DEGRADASI MORALITAS, TERJADI KINI YANG DULU AMAT TABU SEKARANG DIANGGAP BIASA BIASA SAJA, MISALNYA MELACUR DULU DICELA SEKARANG JADI PEKERJAAN PSK, KORUPTOR DULU DI EJEK DIKUCILKAN SEKARANG DIANGGAP BIASA SAJA MALAH PELAKUNYA MASIH BISA TERSENYUM DAN CELEBRACY FOTO RIA DI DEPAN KAMERA MASIH TERSENYUM TANPA ADA PERASAAN MALU SEDIKIT PUN, RAMPOK, BEGAL, CURAS, NARKOBA,MEMBUNUH,DAN SEJUMLAH PERBUATAN KEJI LAINNYA , MACAMNYA TIDAK LAGI PERBUATAN YANG MEMALUKAN. TAK TERBAYANGKAN BILA RASA MALU MANUSIA NANTI BENAR BENAR BERADA DI TITIK NADIR AKANKAH MANUSIA INI PANTAS DISEBUT SEBAGAI KHALIFAH. TUGAS KITA SEMUA UNTUK MENJAGA MANUSIA AGAR TERJAUH DARI KEMAKSIATAN DAN KERENDAHAN AKHLAK DAN MORALITAS. MENJAGA ANAK MANUSIA AGAR TETAP SEBAIK BAIK BENTUK MAKHLUK ALLAOH.