Jumat, 29 Januari 2016

TERINGAT WAKTU AKSIOMA WALAU BELUM BERPRESTASI












Gemar Bersedekah

Allah Swt menganjurkan kepada kita agar gemar bersedekah sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama khususnya saudara saudara kita yang kurang mampu, selain itu sedekah juga merupakan pembersih dari harta yang kita miliki, sebab dalam Islam dijelaskan bahwa dalam harta kita ada bahagian orang lain dan bahagian itu disebut dengan zakat, infaq atau sedekah. Sedekah sebagai pemberian ikhlas (bukan karena sesuatu) lillahi ta'aala sementara zakat merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan karena memiliki harta cukup nisab dan haulnya sementara infaq merupakan sumbangan ikhlas ketiga model ini merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan dalam islam akan tetapi zakat lebih merupakan kewajiban dan tidak boleh tidak mesti dikeluarkan bila telah sampai haul dan nisabnya.
Bagi kita yang memiliki kelebihan rezeki akan tetapi tidak sampai nisab dan haulnya untuk berZakat maka mari kita giatkan bersedekah, berinfaq sebab yang ini tidak memerlukan haul dan nisab yang diperlukan adalah keikhlasan dari pemberi infaq atau sedekah dan yakinlah bila bersedekah Alloh pasti mengganti sedekah yang kita berikan itu tanpa kita duga duga dan yang pasti orang yang gemar bersedekah tidak akan perbah melarat dan tambah miskin.
Berasedekahlah sesuai dengan kemampuan dan keikhlasanmu dan tanpa sebab ini itu niscaya barokah Alloh swt akan kita dapatkan. Mari kita jadikan berSedekah jadi suatu hobby dan kegemaran baru.

Kamis, 28 Januari 2016

NIKMATNYA BERPUSAKA

Pusaka- puasa senin kemis- beberapa waktu lalu oleh bapak Kakanwil Kemenag Prov.Sumatera Utara dianjurkan bagi seluruh karyawan/ti kementerian Agama khususnya yang beragama Islam dengan tujuan pertama adalah membiasakan sunnah rasululloh dimana beliau semasa hidupnya tidak pernah alfa melaksanakan puasa seni kemis, mudah mudahan kita dengan mengamalkan pusaka kelak tergolong sebagai hambanya yang memperoleh syafaat dari beliau kelak. Ke dua efisiensi penghematan biaya hidup tambahan seperti rokok, jajan, dan sebagainya sebab karena dengan berpuasa semua itui bisa dihemat paling tidak untuk setiap hari senin dan kamis, ke tiga aspek sosialartinya seandainya kita mau membantu saudara kita yang kurang mampu mungkin bisa kita berikan dari uang rokok dan jajan kita setiap senin atau kamnis tanpa mengurangi pos keuangan kita yang mungkin sudah terjadwal habis, keempat momen kebersamaan dengan keluarga dengan puasa kita bisa bersama keluarga untuk berbuka dan makan malam bersama plus sholat maghrib berjamaah bersama keluarga , yang kadang kadang ini terabaikan karena kesibukan pekerjaan di kantor. Pusaka pada awalnya menjalankannya tersa agak sulit tetapi percayalah kalau sudah dimulai maka akan terasanikmatnya, tak percaya?? ayo coba dan mulai melaksanakannya " shumu tashihu" puasalah niscaya puasa itu membuat kamu sihat.

Selasa, 26 Januari 2016

Munatap, mantap !
Dengan dibentuknya Biro Konsultasi Pengawas Tk Provinsi Sumatera Utara diharapkan kualitas dan kinerja pengawas semakin baik  sehingga kelak kualitas pemndidikan di lingkungan Kementerian agama juga turut meningkat dan sdemakin diperhitungkan di negeri ini.



Jumat, 22 Januari 2016

ANAK SHOLEH

Banyak anak Banyak Rejeki, ini ungkapan lama yang bila direnungkan mungkin ada benarnya, anak merupakan amanah Alloh swt, titipan yang harus dijaga dalam artian dibesarkan diberi makan  dicukupi kebutuhannya, didik di sekolahkan sehingga kelak tumbuh memnjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa dan negara serta patuh pada orangtuanya. Dalam konsep islam anak yang diharapkamn adalah anak sholeh yang kelak bisa mendoakan kedua orang tuanya, banyak anak berarti banyak kesempatan mendapatkan banyak anak sholeh dari sekian anak yang kita miliki jadi banyak anak selain banyak rejeki tetapi juga banyak anak sholeh.
Persoalannya bagaimana mendidik agar anak jadi anak sholeh?, anak sholeh bisa dipahami sebagai anak yang tumbuh dan berkembang  sesuai dengan tuntunan agama artinya anak yang bertindak,ucapan dan perbuatannya tidak menyimpang dari ajaran agama, melaksanakan ajaran agama dengan benar tidak berbuat kufur dan khurofat. Tugas orang tua tidak mudah dalam hal mewujudkan anak jadi anak sholeh, karena orangtua harus mampu jadi teladan yang baik bagi anak anaknya terutama dari segi akhlakul karimah, orang tua tidak hanya memberikan kecukan dari segi materi saja tetapi kebutuhan ruhani anak juga harus dipenuhi seperti didikan dan kasih sayang.
Banyak  anak banyak rejeki banyak anak sholeh itulah idialnya walau harus dengan usaha dan kerja keras yang harus dilakukan oleh orang tua, di sisi lain banyak anak berarti akan memperbanyak populasi umat (khususnya Islam kini cenderung menurun) dan mungkin ini perlu kita pikirkan kalau kita tak ingin populasi umat ini terus menurun. Konsep dua anak cukup laki perempuan sama saja perlu dipirkan logikanya, kenapa dua anak cukup? sementara kita perlu anak sholeh? kenapa anak laki dan perempuan sama saja? padahal sangat jelas perbedaannya? Aagaknya yang perlu dipikirkan adalah bagaimana bisa punya anak banyak dan jadikannya anak sholeh, soal rejeki Alloh swt,sudah atur ingat "burung bangun pagi lapar tapi bisa kenyang setelah terbang" apa lagi amnak manusia yang punya iman dan akal sebagi kekuatan yang maha dahsyat sebagai modal besar dalam hidup dan kehidupan ini. Kita tidak perlu terbius dengan dua anak cukup yang bila dikaitkan dengan fenomena kehidupan yang begitu bersaing saat ini, mengapa kita gamang dengan itu sementara orang lain tidak? banyak anak banyak anak sholeh perlu kita wujudkan kalau tidak populasi umat ini akan terus menurun dan mungkin satu saat nanti jadi minoritas akibat kesalahan dalam memahami konsep ini. Semoga kita sadar akan semua ini.

Rabu, 20 Januari 2016

Shobar untuk mendidik anak

Anak adalah amanah titipan Alloh bagi para orang tua yang diberi kepercayaan, akan tetapi sebagai pengemban amanah kepada orang tua dituntut untuk bisa menjaga amanah dengan kata lain agar titipan Alloh   bisa dijaga, dirawat, dan dibentuk hingga menjadi makhluk Alloh yang tunduk, patuh mengabdi kepada NYA. Tugas orangtua yang demikian berat dalam mendidik anak, karenanya orang tua perlu bijak sana, perlu teliti, hati hati dan shobar dalam mendidik anak.
Memahami karakter anak adalah yang harus pertama kali dilakukan oleh para orangtua sehingga dengan ini tidak terjadi kesalahan memahami anak, pemaksaan kehendak terhadap anak, dan menyalahkan anak, memahami karakter anak menjadi penting karena orngtua merupakan soko guru bagi anak, maka mustahil orangtua jadi model bagi anaknya jika orangtua tidak memahami anaknya dan sulitlah bagi orangtua untuk membentuk karakter anak anaknya untuk jadi anak yang tunduk dan patuh mengabdi kepada Alloh swt. Untuk itu sebagai orang tua mari kita berupaya untuk memahami karakter anak anak kita sebab ini menjadi tanggung jawab penuh bagi kita dari dunia hingga akhirat nanti.
Memahami karakter anak diperlukan keshobaran orangtua tanpa ke shobaran maka amat sangat sulitlah bagi kita sebagai orangtua untuk menjalankan tugas kita sebagai pengemban aanah Alloh Swt, untuk menjadikan anak anak kita sebagai makhluk Alloh yang berguna untuk dunia dan akhirat.