Rabu, 04 November 2015

MEMBUDAYAKAN PUSAKA DI LINGKUNGAN KEMENAG TANJUNGBALAI

TEPAT SEKALI ISTILAH PUSAKA DIGYNAKAN UNTUK PUASA SENIN KAMIS, KARENA MEMANG PUASA SUNNAH SENIN DAN KAMIS ADALAH WARISAN KITA DARI RASULULLAH SAW, SHUMU TASHIHHAH, PUASA LAH KAMU KARENA PUASA ITU SEHAT,DEMIKIAN 14 ABAD YANG LALU RASUL MENGAJARKAN KEPADA UMAT SEBELUM KITA ALIAS UMAT ISLAM PADA MASA RASUL DULU. LALU KITA KINI YANG MENGAKU SEBAGAI UMMAT MUHAMMAD PELESTARI AJARAN BELIAU MAKA SELAYAKNYALAH KALAU KITA JUGA MENGAMALKAN PUASA SENIN DAN KAMIS. KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI SUMATERA UTARA MENGGAGAS PUSAKA SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN KEBIASAAN RASULULLAH SAW SEKALIGUS IBADAH KEPADA ALLOH, AGAKNYA PATUT KITA SAMI'NA WA ATHO'NA ARTINYA KITA LAKSANAKAN SEMAMPU KITA, DEMIKIAN DISAMPAIKAN KAN KEMENAG TANJUNGBALAI PADA ACARA RAPAT KOORDINASI PAGI TADI SEKALIGUS LOUNCHING PUSAKA DI LINGKUNGAN KAN KEMENAG TANJUNGBALAI. MUDAH MUDAHAN DENGAN PUSAKA KELAK KITA RASAKAN MANFAAT DAN HIKMAHNYA. MARI KITA MULAI DENGAN SEMANGAT MEMBUDAYAKAN KEBIASAAN RASUL KITA YANG MULIA.

MEMBUDAYAKAN PUSAKA DI LINGKUNGAN KEMENAG TANJUNGBALAI

Selasa, 03 November 2015

Diskusi ringan di ruang Ka Kan Kemenag Tanjungbalai bersama tokoh peduli umat Islam kota Tanjungbalai berkaitan dengan perkembangan akhlaq dan moral anak dan remaja di kota ini yang mendekati titik nadir , mengkhawatirkan dimana arah perkembangan yang terjadi semakin jauh dari nilai nilai islami. bertolak belakang dengan sejarah kota ini yang dulu di kenal sebagai kota Islami. Ke khawatiran para tokoh yang terdiri dari Dewan Pendidikan, Kan Kemenag, Ustazd, Tokoh Muda, tokoh masyarakat, mewakili MUI, sepakat mendaulat Kan Kemenag Kota Tanjungbalai, Drs.H.Hayatsyah MPd sebagai Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Kota Tanjungbalai yang mengadakan pertemuan setiap bulan membahas, dan mencarikan solusi  bagi persoalan keIslaman di Kota ini. Keinginan untuk mengembalikan kota Tanjungbalai sebagai kota Islami yang disegani, disepakati dimulai dari pendidikan, sekolah dan madrasah merupakan harapan untuk membentuk karakter manusia Tanjungbalai yang bisa dibanggakan dan tidak memalukan. Kondisi saat ini macamnya tidak ada waktu untuk menunda adanya gerakan untuk membangun karakter sedini mungkin bagi generasi penerus di kota ini, bila ditunda hal yang mengkhawatirkan sangat mungkin terjadi. Pendidikan merupakan alternatif pilihan, namun demikian pendidikan tidak hanya ditujukan bagi para siswa saja tetapi perlu juga pendidikan karakter bagi masyarakat, bagi para orangtua, sebab biar bagaimanapun bagusnya pendidikan di sekolah atau madrasah bila tidak di dukung orangtua di rumah maka sulit diharapkan anak akan tumbuh menjadi baik sesuai harapan.
Orang tua kini perlu menyadari bahwa betapa pentingnya karakter bagi anak anaknya, betapa perlunya orangtua memperhatikan pendidikan agama anak anaknya dan jangan hanya mengharapkan sekolah atau madrasah yang akan membaikkan akhlak anak anaknya sebab anak lebih banyak waktunya bersama orangtua sementara di sekolah dan madrasah waktu anak bersama guru hanya 7 sampai 8 jam perhari 17 lebih waktu orang tua bersama anak.
Pendidikan bagi orangtua atau masyarakat diharapkan peran para dai, ustadz yang memberikan pencerahan melalui khotib jumat dan penyuluhan agama, bila sinerjitas pendidik, orangtua,plus pemerinta terjalin dengan baik maka insyaallah kota Tanjungbalai bisa meraih kembali masa lalunya yang gemilang ..... semoga.!!!

Senin, 02 November 2015

PESAN BU BINAR

Setelah beberapa waktu lalu di Lounching "Gerakan Madrasah Anti Narkoba" Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah" dalam waktu dekat akan kembali di lounching" INGAT PESAN BU BINAR" (Budayakan Bersih Indah dan Rapi)dan "GERAKAN MADRASAH BERSINAR" (Madrasah Bersih Sejuk Indah dan Rapi" Gerkan ini merupakan upaya mendukung untuk mewujudkan Madrasah yang labih baik sehingga pada akhirnya madrasah benar benar menjadi idola masyarakat. Pesan Bu Binar adalah pesan kepada seluruh warga madrasah mulai dari penjaga madrasah, guru guru, siwa/i dan terutama kepala madrasah harusnya lebih giat menyampaikan pesan Bu Binar yakni menyampaikan pesan tidak hanya verbalis tetapi lewat action dalam gerakan mewujudka madrasah bersih sejuk indah dan rapi. Pesan Bu Binar lebih kepada pembiasaan hidup bersih bagi seluruh warga madrasah dari semua aspek mulai dari gerbang madrasah sampai WC madrasah dari mulai ruang guru sampai ruang kelas, ruang kepala madrasah hingga kantin semua terjaga dengan baik semua harus bersih semua harus indah semua harus rapi.Pesan Bu Binar menuntut Kepala Madrasah untuk mampu memotivasi seluruh warga madrasah untuk mewujudkan prilaku sebagaimana pesan BU BINAR. bila peran ini dimainkan oleh kepala madrasah insyaalloh madrasah Bersinar bisa terwujud. SEMOGA

Jumat, 11 September 2015

Asesmen Untuk Kualifikasi dan Kompetensi ASN

sumber: www.ciputraentrepreneurship.com

Lahirnya UU No 5 Tahun 2014, tentang Apratur Sipil Nagara, adalah merupakan gerakan reformasi birokrasi yang menginginkan terjadinya perubahan mindset dikalangan Aparatur Sipil Negara yang dulunya disebut dengan PNS (Pegawai Negeri Sipil). Perubahan mindset diharapkan akan melahirkan perubahan sikap dari Priyayi menjadi Melayan, menunggu siapa yang membutuhkan akan tetapi ASN akan mencari dan memberikan apa yang diperlukan orang melayani dengan tulus dan profesional dan tanpa pamrih. Perubahan mindset ASN dari orang yang selalu ingin dilayani menjadi pelayan, tentu memerlukan proses, dan proses itu adalah melalui asesmen, kompetensi dan kualifikasi, dengan demikian akan bisa diwujudkan "the righ man on the righ place" yang pada akhirnya fungsi melayani bisa diwujudkan tegasnya melalui asesmen akan dihasilkan seorang pejabat ASN yang berkompeten sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya sehingga diharapkan ke depan pejabat yang menempati posisinya memang ahli atau menguasai bidang tugasnya dan tidak ada lagi pejabat yang menduduki jabatan karena SELERA dan BALAS JASA. Asesmen sesuai UU No 5 Tahun 2015 perlu didukung oleh seluruh kalangan PNS, dan ini akan menjadi sebuah revolusi mental yang luar biasa bagi ASN dan pejabat dan bila kelak ini benar benar terwujud, harapan akan good govermen dan good governance jadi kenyataan.

Sabtu, 05 September 2015

JUJUR ADALAH KUNCI UNTUK MERUBAH PRILAKU

Pada masa rasulullah Saw dulu sewaktu beliau masih hidup, ia pernah di datangi seorang yahudi, Yahudi itu berkata kepada Rasulullah baluhwa ia ingin memeluk Islam akan tetapi ia memiliki tiga kebiasaan buruk yang sulit ia tinggalkan, apakah ia bisa meme luk Islam dengan kebiasaan buruknya tersebut?, Rasulullah bertanya balik kepada Yahudi tersebut, wahai Yahudi apa gerangan kebiasaan burukmu itu. Yahudi itu menjawab kebiasaan burukku itu yang pertama, aku suka minum khamar,lalu yang kedua aku suka berjudi, dan yang ketiiga aku suka berzina. setelah mendengarkan apa yang diucapkan Yahudi tersebut dengan tenang rasul menjawab tidak masalah dengan kebiasaan burukmu itu engkau boleh memeluk islam tapi dengan satu syarat. Yahudi itu langsung mengiyakan bahwa ia siap memenuhi syarat tersebut dan ia penasaran ingin tahu syarat apa yang diminta rasulullah. Dengan   singkat rasul menjawab syaratnya adalah anda harus jujur terhadap apa yang anda lakukan.
tanpa pikir panjang si Yahudi langsung mengiyakan syarat terebut karena dengan meu
setelah si Yahudi memeluk Islam, ketika ia ingin berjudi, ketika ia ingin berzina, ketika ia ingin meminum minuman yang memabukkan teringat pula syarat yang diberikan rasulullah dulu ketika ingin memeluk islam bahwa ia harus jujur. dan lantaran itu ia merasa malu kalau kalau nanti rasul menanyakan tentang apa yang dilakukannya, sehingga akhirnya iapun berhenti dari kebiasaan buruknya tersebut.
Saudaraku, sekarang kejujuran itu udah jadi baarang langka udah aneh kalau orang terlalu jujur dalam segala hal, padahal jujur itu adalah ajaran agama kita, ajaran yang seringkali disampaikan dan dicontohkan beliau kepada para sahabatnya.
saudaraku, kita yang mengaku umat rasulullah enggan mengikuti ajarannya? enggan jujur dalam  kehidupan?, mumpung masih ada waktu mari kita instrosfeksi agar kita bisa mengatakan bahwa kita pengikut setianya.