Senin, 11 April 2016
Selasa, 29 Maret 2016
KETIKA ALLOH MEMBERIKAN REZEKI KEPADA KITA
Ketika Alloh Swt memberikan rezeki kepada kita bagaimana sikap kita terhadap masalah ini? ada dua kata yang perlu dicamkan ketika rezeki itu datang yaitu syukur dan shobar. Sikap syukur tidak hanya dengan ucapan dan kata kata tetapi kata kata itu diiringi dengan tindakan dan perbuatan. Ungkapan rasa syukur dengan mengucapkan alhamdulillah wa syukurillah hendaknya diiringi dengan perbuatan misalnya berbagi dengan orang yang kurang mampu, menyumbang pembangunan fasilitas umum, masjid, musholla sarana pendidikan, meringankan beban orang yang kesusahan dan berbagai hal positif lainnya. Menyadari bahwa rezeki itu datangnya dari Alloh dan kerenanya pula harus digunakan di jalan Alloh dijalan yang memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun bagi orang lain, dengan demikian Alloh akan menambahi rezeki yang kita terima kalau kita bersyukur dan sebaliknya bila kita tidak bisa mensyukurinya maka Alloh akan memberikan azab yang pedih bagi penerima rezeki tersebut.
Sikap lain adalah shobar, kata kata shobar biasanya ditujukan ketika mendapat musibah, duka cita atau yang sifatnya merugikan, dan jarang ditujukan kepada saat saat memperoleh rezeki, padahal sebenarnya lebih kepada yang mendapatkan rezeki shobar itu sangat perlu karena ketika memperoleh rezeki orang sering lupa kepada pemberi rezeki dan selalunya memperturutkan hawa nafsu sehingga tak terkendali, kebiasaan, pergaulan, hobby berubah dan cenderung lupa diri. Karena itu syukur dan shobar sangat perlu difahami diamalkan dicamkan dalam hati sebab syukur ketidapat rezeki dan shobar ketika dapat musibah ini adalah merupakan hal yang wajar dan memang seharusnya begitu, akan tetapi ketika balik penggunaannya syukur ketika musibah dan shobar ketika beroleh rezeki inilah yang ruar biasa, dan mari kita biasakan dalam diri kita sebab dengan demikian kita akan bisa mencegah munculnya penyakit hati serta kita bisa mengendalikan hawa nafsu insyaalloh.
Rabu, 23 Maret 2016
Rihlah Ke Barus Tap Teng melihat peninggalan bdakwah Islam dulu bagaimana Basrus sebagai tempat penyiaran dakwah Islamiyah pertama kali di Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara.
Kesan ruar biasa bagi perjuangan para da'i yang menyebarkan Islam pada masa lalu, dan akankah ada semangat juang seperti itu di kalangan kita saat ini?
semoga rihlah ini menginspirasi dan memotivasi untuk lebih berislam lagi dalam hidup dan kehidupan ini serta semangat untuk menjadikan Islam sebagai agama sanpai akhir nanti.
Kesan ruar biasa bagi perjuangan para da'i yang menyebarkan Islam pada masa lalu, dan akankah ada semangat juang seperti itu di kalangan kita saat ini?
semoga rihlah ini menginspirasi dan memotivasi untuk lebih berislam lagi dalam hidup dan kehidupan ini serta semangat untuk menjadikan Islam sebagai agama sanpai akhir nanti.
Mari Belajar Pancasila
Pancasila
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila adalah merupakan dasar NKRI dan merupakan pola anutan bangsa ini dalam kebidupan bernegara dan berbangsa, bermasyarakat dan berkepribadian. setian warga negara Indonesia wajib mengetahui dan memahami Pancasila dalam konteks kehidupan bernegara dan berbangsa. Lebih jauh dari itu Pancasila sebagai dasar negara yang terdiri dari lima (5) sila dengan simbul bintang sebagai lambang dan simbul ketuhanan Yang Maha Esa terletak ditengah perisai yang berarti bahwa semua sila yang lain haruslah dijiwai dengan Ketuhanan yang Maha Esa. sebagai misal Persatuan Indonesia adalah persatuan yang di dasari oleh ketuhanan Yang Maha Esa yang diajarkan oleh agama agama yang berdasarkan pandangan Ilahi bersatu tanpa membedakan satu sama lainnya (sara) tanpa ada kebencian antara satu dengan yang lainnya sebagaimana Tuhan menyayangi hambanya tanpa pilih kasih. Demikian juga halnya dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga dilandasi oleh keadilan yang berketuhanan Yang Maha Esa, bukan keadilan atas dasar suka sama suka, nepotisme, bukan atasar kolusi tetapi memang keadilan yang sesuai dengan keadilan yang diajarkan oleh Tuhan Yang maha Esa, demikian juga halnya dalam hal musyawaroh juga adalah musyawaroh yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa artinya dalam setiap musyawaroh yang dilaksanakan haruslah ada nilai nilai ketuhanan yang melandasi musyawaroh tersebut, bukan dilandasi emosional, like or dis like, dalam musyawaroh mungkin saja terjadi adu argumen tetapi tidaklah adu jotos seperti yang belakangan ini sering terjadi dikalangan wakil wakil kita ketika bermusyawaroh terjadi keributan,emosional bahkan adu jotos, sungguh ini jadi contoh tidak baik bagi bangsa ini. karena itu mari kita kembali belajar Pancasila, kembali memahami butir butir Pancasila, pasal pasal yang ada dalam Pancasila, sehingga dengan demikian mungkin ke depan kehidupan bernegara, dan berbangsa di negeri akan semakin baik, semakin kuat persatuan dan kesatuannya, semakin baik wawasan kebangsaannya, semakin meningkat kecintaannya terhadap NKRI, Negeri yang serba Bhinneka yang kalau tidak dengan Pancasila maka sulit dibayangkan apa yang terjadi kelak bagi generasi bangsa ini. Mudah muidahan dengan kembali belajar dan memahami Pancasila sebagai dasar negara ini maka harapan kita kelak terwujudnya generasi bangsa yang pancasilais, siap berjuang dan siap mati untuk kelangsungan NKRI. semoga
Selasa, 22 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)