Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Menjadi Da'i di rumah sendiri

Saudaraku ? perkembangan zaman dan teknologi dan ilmu pengetahuan  yang demikian pesat, menyebabkan banyak hal berubah dalam tatanan kehidupan manusia. Perubahan sikap mental dan pola pikir yang mau tidak mau tampaknya kini harus mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri. Zaman yang serba digital kini menyebabkan terjadi perubahan pola komunikasi sehingga cenderung membuat orang jadi individualis dan egois. Keakraban hanya lewat udara, sosialisasi secara langsung sudah semakin sulit, keakraban antara keluarga macamnya kini hanya basa basi, alasan waktu sempit membuat tidak ada lagi kesempatan mengunjungi sanak famili, kehidupan kini pokoknya jauh berbeda dengan kahidupan yang telah diamalkan oleh para pendahulu kita dulu. Di sisi lain perubahan yang tidak kalah mengerikannya adalah perubahan dari segi akhlak dan moralitas dimana generasi saat ini banyak yang telah jauh dari akhlak dan moralitas, adat istiadat dan pergaulan sudah mengarah pada pergaulan bebas jauh dari nilai nilai adat budaya dan akhlak agama. Sungguh sangat memiriskan hati apa yang bisa kita dengar, kita baca dan kita  lihat atau saksikan berita di media, hampir setiap saat ada saja berita yang memiriskan hati seperti kejahatan, perkosaan, pembunuhan, penipuan perampokan, korupsi, narkoba dan sebagainya. Betapa tidak berita yang memiriskan hati ini terjadi oleh pelaku yang tidak semuanya dilakukan oleh orang yang berlatar belakang jahat tetapi kini banyak dilakukan oleh yang berasal dari kalangan terhormat dan berpendidikan dari kalangan ekonomi yang berkecukupan. Suatu pertanyaan buat kita apa gerangan membuat semua ini terjadi?
Saudaraku !?
Suatu hal perlu kita ingat sebagai orang tua bahwa kita memiliki tanggung jawab yang cukup besar terhadap anak dan keluarga kita, kita tidak cukup hanya mencarikan uang yang banyak mencukupi segala macam kebutuhan anak anak kita, sehingga secara materi boleh dibilang berkecupan danberlimpah, namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita menjadikan anak kita sebagai orang yang berguna bagi agama bangsa dan negara. Mendidik anak untuk berakhlak mulia dan beragama inilah sesungguhnya yang perlu disadari sebagai orang tua bila menginginkan anak anaknya tumbuh menjadi generasi yang bisa diharapkan bukan generasi pecundang yang hanya bisa menggerogoti dan menghancurkan orang tua.
Jadi sekali lagi sebagai orang tua mari kita sadari bahwa tanggung jawab yang sesungguhnya adalah mendidik anak anak kita agar berakhlak mulia dan beragama dan ini tentunya harus dimulai dari diri kita sendiri. Semoga...............! Kita bisa menjadi da'i di runah kita sendiri.

Rabu, 23 Maret 2016

Mari Belajar Pancasila

Pancasila
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila adalah merupakan dasar NKRI dan merupakan pola anutan bangsa ini dalam kebidupan bernegara dan berbangsa, bermasyarakat dan berkepribadian. setian warga negara Indonesia wajib mengetahui dan memahami Pancasila dalam konteks kehidupan bernegara dan berbangsa. Lebih jauh dari itu Pancasila sebagai dasar negara yang terdiri dari lima (5) sila dengan simbul bintang sebagai lambang dan simbul ketuhanan Yang Maha Esa terletak ditengah perisai yang berarti  bahwa semua sila yang lain haruslah dijiwai dengan Ketuhanan yang Maha Esa. sebagai misal Persatuan Indonesia adalah persatuan yang di dasari oleh ketuhanan Yang Maha Esa yang diajarkan oleh agama agama yang berdasarkan pandangan Ilahi bersatu tanpa membedakan satu sama lainnya (sara) tanpa ada kebencian antara satu dengan yang lainnya sebagaimana Tuhan menyayangi hambanya tanpa pilih kasih. Demikian juga halnya dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga dilandasi oleh keadilan yang berketuhanan Yang Maha Esa, bukan keadilan atas dasar suka sama suka, nepotisme, bukan atasar kolusi tetapi memang keadilan yang sesuai dengan keadilan yang diajarkan oleh Tuhan Yang maha Esa, demikian juga halnya dalam hal musyawaroh juga  adalah musyawaroh yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa artinya dalam setiap musyawaroh yang dilaksanakan haruslah ada nilai nilai ketuhanan yang melandasi musyawaroh tersebut, bukan dilandasi emosional, like or dis like, dalam musyawaroh mungkin saja terjadi adu argumen tetapi tidaklah adu jotos seperti yang belakangan ini sering terjadi dikalangan wakil wakil kita ketika bermusyawaroh terjadi keributan,emosional bahkan adu jotos, sungguh ini jadi contoh tidak baik bagi bangsa ini. karena itu mari kita kembali belajar Pancasila, kembali memahami butir butir Pancasila, pasal pasal yang ada dalam Pancasila, sehingga dengan demikian mungkin ke depan kehidupan bernegara, dan berbangsa di negeri akan semakin baik, semakin kuat persatuan dan kesatuannya, semakin baik wawasan kebangsaannya, semakin meningkat kecintaannya terhadap NKRI, Negeri yang serba Bhinneka yang kalau tidak dengan Pancasila maka sulit dibayangkan apa yang terjadi kelak bagi generasi bangsa ini. Mudah muidahan dengan kembali belajar dan memahami Pancasila sebagai dasar negara ini maka harapan kita kelak terwujudnya generasi bangsa yang pancasilais, siap berjuang dan siap mati untuk kelangsungan NKRI. semoga

Kamis, 14 Januari 2016

BUKU K 13 Pelajaran Agama Untuk Madrasah

Kesiapan dan keseriusan Kemenag untuk melaksanakan K13 di madrasah benar benar dibuktikan  perlengkapan pembelajaran seperti buku dan pelatihan guru terus dilakukan, untuk tahun 2016 buku buku mata pelajaran agama dan bahasa arab telah diluncurkan ke Kab/Kota untuk digunakan TP 2016. Kepada Kepala Madrasah dan guru guru kiranya memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang diberikan negara ini serta bersemangat untuk membuktikan bahwa madrasah siap mengkawal dan memberhasilkan K13.

Selasa, 12 Januari 2016

Info Buat Rekan rekan di Madrasah

Assalamu 'alaikum Wr.Wbr.
Bapak /Ibu kepala Madrasah MI,MTs, dan Bapak/Ibu guru madrasah di kota Tanjungbalai beberapa hal perlu anda cermati menghadapi TA.2016.
1.Bahwa pada tahun Anggaran 2016 BOS sudah berada di DIPA Kemenag Kota karenanya Tanggung jawab mutlak ada di Kemenag Kota.
2.Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk pencairan dana BOS harus mengacu pada RAKM madrasah, dan penyusunan RAKM madrasah diharapkan serentak  dan mengikuti Juknis BOS(kalau perlu dipandu manajemen BOS Kota -kemenag)
3.Paling lambat 2 minggu setelah pencairan dana BOS LPJ wajib disampaikan kepada manajemen Kota (Kemenag,cq Mapenda)
4.Mengabaikan penyampaian LPJ berakibat keterlambatan pencairan dana BOS berikutnya dan mungkin penundaan pencairan.
5. Mengenai TFG mulai tahun 2016 bagi guru yang non S1 tidak dapat diberikan tunjangan fungsional
6.Bagi guru yang juga berfungsi sebagai penyuluh agama, maka hanya boleh menerima salah satunya.
7.Bantuan KKG di tingkat MI, ada tiga (3) kelompok yaitu Tematik, Umum, dan Agama dengan catatan harus di SK kan Kemenag
8.Bagi siswa yang berprstasi (akademik an non akademik) diberikan insentif untuk 5 orang (hasil seleksi, atau dengan bukti bukti)
9.Kepada seluruh Kepala, dan Guru guru kiranya kita  sama sama melaksanakan pekerjaan ini dengan amanah dan saling koordinasi dan konsultasi untuk mengahdapi masalah yang muncul
10.Kepada Kepala madrasah kiranya dalam menyusun RAKM agar mendampingi OPERATORnya hingga RAKM selesai, pencairan dana BOS yang tidak sesuai dengan RAKM tidak ditolerir.

Jumat, 08 Januari 2016

Mencermati Kemajuan Tehnologi

Saudaraku, kini kemajuan teknologi sudah tak terbendunglagi begitu juga dampak yang dibawanya bagi kehidupan manusia, dampak yang sudah pasti ada negatif dan ada yang positif. Dampak positif  barangkali tak perlu dikhawatirkan karena sudah pasti memberi keuntungan kepada umat manusia, memudahkan urusan dalam kehidupan, seperti yang bisa dirasakan saat ini kemudahan daalam transportasi, komunikasi dan informasi, tekno logi sebagai sumber belajar sehingga kemajuan teknologi macamnya tak ada lagi batas jarak  dan waktu di dunia ini yang dulu dianggap sebagai penghalang.
Yang perlu dijaga adalah dampak negatifnya dengan kamajuan teknologi juga tidak sedikit menyumbangkan hal hal yang negatif bagi kehidupan manusia, misalnya saja komunikasi kebanyakan lewat udara, hp,sms, email,dan berkurang kunjungan silaturrahmi dianggap buang waktu, atau penyalah gunaan kemajuan teknologi sehingga terjadi penyimpangan pergaulan, selingkuh, pembohongan, penipuan, dan sebagainya. Untuk itu peran para orang tua, pendidik, tokoh masyarakat tokoh adat, ulama dan pemerintah diharapkan berperan aktif untuk sama sama mengatasi dampak negatif  dari kemajuan teknologi yang saat ini sudah sampai dirumah masing masing (tak terbendung)
Bagi para orang tua hendaknya tidak hanya memfasilitasi anaknya untuk memperoleh alat /teklogi seperti komputer,internet, HP dan sejenisnya tetapi hendaknya mengawasi penggunaan alat alat komunikasi tersebut, para pendidik juga memberikan pengawasan penggunaan dan memberi penjelasan untuk apa saja alat alat itu bisa digunakan serta bagaimana memanfaatkan alat tersebut untuk kepentingan belajar dan bukan untuk yang lainnya.
Para ulama juga diharapkan memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa kemajuan teknologi disamping memberikan manfaat tetapi juga memberi dampak negatif yang bisa merusak akhlak, moralitas bila salah menggunakannya demikian juga dengan tokoh adat, tokoh masyarakat kiranya juga berperan aktif mensosialisakan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang baik buruknya teknologi bagi kehidupan masyarakat.
Saudaraku sebenarnya ini mungkin hanya kekhawatiran saya  yang berlebihan terhadap dampak negatif dari kemajuan teknologi namun demikian paling tidak bagi sauara saudaraku sekalian bisa memikirkan ini sebagai upaya penangkal kalau kalau anak anak kita terjangkit dampak negatif teknologi ini. Kita bukan anti kemajuan teknologi tetapi kita harus bisa sebagai pengendali kemajuan teknologi dan bukan sebaliknya kita yang dikendalikan oleh teknologi.

Rabu, 11 November 2015

Harapan Banyak Kepada Pemimpin Madrasah

Lounching Madrasah Lebih Baik Lebih Baik Madrasah, setahun yang lalu memberi angin segar kepada pecinta madrasah dan tentunya ini mampu merubah mindset para penggiat madrasah para yang menginginkan madrasah betul betul lebih baik, haruslah sadar bahwa untuk mewujudkan semua itu tidaklah faktor tunggal akan tetapi ada faktor majemuk selain sokongan pemerintah dan dukungan masyarakat faktor yang tidak kalah pentingnya adalahg faktor manajemen dan manusia yang menjalankan kepemimpinan itu sendiri, pemimpin madrasah hendaknya haruslah memiliki visi yang visioner dan diangkat berdasarkan kompetensi dan prestasi bukan karena koneksi dan sejenisnya, pemimpin madrasah harusnya terseleksi dengan uji kompetensi profesi dan uji kompetensi kesalehan dan akhlakul karimah serta memiliki kemampuan bersosialisasi ditengah masyarakat. Pemimpin madrasah yang diharapkan adalah yang mampu memajukan madrasah tidak saja secara kuantitas tetapi yang paling utama bagaimana madrasah memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan memiliki daya saing yang tidak kaLAH BILA DIBANDINGKAN DENGAN SEKOLAH bahkan madrasah harus lebih bila dibanding dengan sekolah. Untuk itu para pemimpin madrasah haruslah orang orang yang terseleksi dan memiliki kompetensi bukan demngan pertimbangan lainnya. ini penting bila madrasah benar benar inginLEBIH BAIK semoga.

Senin, 02 Desember 2013

PERMENDIKBUD NO.81A TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor : SE.Dj.I /PP.00/50/2013 tanggal 08 Juli 2013 mengumumkan bahwa Pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk MI, MTs dan MA akan dimulai tahun pelajaran 2014/2015. Sementara Implementasinya akan diterapkan pada kelas I dan IV Madrasah Ibtidaiyah, Kelas VII Madrasah Tsanawiyah dan Kelas X Madrasah Aliyah.


Pada tahun pelajaran 2013/2014 ini Kementerian Agama akan melakukan persiapan implementasi kurikulum  2013 dalam bentuk pelatihan kepala madrasah, pengawas madrasah, tenaga pendidik dan pengadaan bahan ajar serta buku pedoman untuk tenaga pendidik. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan hal - hal baru pada kurikulum 2013, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal persiapan dalam mensukseskan program pendidikan ini.

Untuk mendownload Permendikbud No.81A Tentang Implementasi Kurikulum 2013, silahkan klik tombol Download dibawah ini.
Semoga Bermanfaat..